Chapter 6: Bitterness

Ada harga yang harus dibayar untuk melayani Tuhan: tenaga, waktu, pikiran dan bahkan uang dan skripsi (eh?)

Tetapi bagaimana kalau imbalan yang kita terima adalah perasaan yang dipenuhi dengan kepahitan, kegeraman, kemarahan dalam pelayanan? Hmh.. seharusnya sih dibuang jauh-jauh. Seharusnya sih..

Lebih lengkapnya, silakan dibaca di blog mereka masing-masing:


3 Comments on “Chapter 6: Bitterness”

  1. Lesig says:

    aga boring nih yang seri ini. Ga sabar buat nunggu minggu depan lanjutannya,, semoga asik yaa:D
    Keep blogging ya!

  2. edo says:

    ini.. antara miminnya yang jago nulis cerita atau ini beneran kisah nyata.. kocak! heheu

  3. Yemima says:

    Mana nih lanjutannya…..ga sabar tw


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s